SELAMAT DATANG DI BLOG PENJELAJAH ILMU, SEMOGA MENJADI AMAL....! >>>>>>> MAAF BLOG INI MASIH DALAM PERBAIKAN.......
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2016

Hikayat Pengemis yang Menjadi Raja

Dahulu kala, seorang raja memiliki wilayah kekuasaan yang luas dan kuat, akan tetapi dia tidak dikaruniai anak. Dia tidak memiliki pewaris yang akan menggantikannya. Sang raja itu kini telah tua.

Suatu hari dia memanggil para menterinya dan menyampaikan sebuah wasiat, “Perhatikan dengan teliti apa yang akan aku katakan. Aku ingin berwasiat sehingga setelah kematianku nanti kalian tidak kebingungan dan tidak menimbulkan fitnah dan kerusuhan di kerajaan ini. Wasiatku adalah agar setelah kematianku, kalian cepat pergi ke gerbang kota di pagi hari, dan angkatlah orang pertama yang melintasi gerbang kota sebagai raja. Kalian semua harus ada di sana dan tidak boleh ada kecurangan atau pelanggaran hak. Jangan kalian ceritakan wasiatku ini kepada siapa pun. Karena jika masyarakat mengetahui keputusanku ini, maka pagi itu, ribuan orang akan berlomba-lomba menjadi orang pertama yang melintasi gerbang kota, dan ketika itu akan muncul fitnah dan kerusuhan. Jika itu terjadi maka kalian tidak akan lagi dapat mengontrol kondisi. Ingat! Angkatlah orang pertama yang melintasi gerbang kota menjadi raja penggantiku. Jika kalian membocorkan masalah ini, maka aku tidak akan menunjukkan belas kasihan dan aku akan menghukumnya. Ini adalah rahasia yang tidak boleh kalian ungkap.”

Hari dan pekan-pekan berlalu, sampai saat itu tiba dan sang raja menghembuskan nafas terakhirnya. Masyarakat yang mengkhawatirkan nasib dan masa depan mereka, saling mengemukakan pendapat dan berbagai kemungkinan. Adapun para menteri, setelah menguburkan raja dan menggelar acara duka, mereka segera bergegas menuju pintu gerbang kota pada pagi harinya.

Keesokan paginya, para menteri berkumpul dan berdiri menanti di depan pintu gerbang kota. Mereka menunggu pintu gerbang kota dibuka dan menanti orang pertama yang akan melintasinya.

Ketika pintu gerbang kota terbuka, orang pertama yang melintas adalah seorang pengemis. Para menteri itu langsung menundukkan kepala tanda hormat kepada pengemis itu. Para menteri membawa pengemis itu ke istana dan melaksanakan acara penobatan pengemis itu sebagai raja. Adapun sang pengemis yang tidak mengetahui apa-apa dan sedang kebingungan atas perilaku para menteri itu, beranggapan bahwa mereka sedang bercanda.

Dengan demikian sang pengemis itu menjadi raja.

Hari, bulan, dan tahun demi tahun berlalu, sang pengemis itu berkuasa sebagai raja dan hidup dengan penuh nikmat. Jika dulu ia selalu bersusah payah mencari sesuap nasi untuk makan, kini ia tenggelam dalam nikmat. Ia menikmati hidup dan bersyukur kepada Tuhan karena raja sebelumnya mati tidak meninggalkan pewaris sehingga ia kini menjadi raja.

Sang raja yang dulunya sebagai pengemis itu berharap Tuhan mengkaruniainya seorang putra yang akan menjadi pewaris tahta. Meski demikian, sang raja sangat bahagia dengan apa yang dimilikinya sekarang.

Akan tetapi mengingat sang raja tidak mengetahui apa-apa tentang urusan pemerintahan, perlahan-lahan dia mulai lelah dan kontrol kerajaan pun tak terkendali. Setiap hari terjadi fitnah dan pemberontakan di wilayah kekuasaan. Kabarnya juga disampaikan kepada raja. Akan tetapi dia tidak berbuat apapun kecuali bersedih dan mengeluh.

Sang raja tidak tahu bagaimana cara meredam fitnah dan pemberontakan tersebut. Selain itu ia juga tidak mengetahui cara mengendalikan kerajaannya. Dia hanya mengurung diri di dalam istana dan bersedih.

Suatu hari, seorang kawan lama raja pulang kampung setelah bertahun-tahun ia merantau. Ketika sampai, ia mengetahui bahwa kawannya kini telah menjadi raja. Ia pun memutuskan untuk pergi ke istana dan bertemu.

Di hadapan raja ia berkata, “Aku bersyukur kepada Tuhan, karena kau telah terselamatkan dari kesusahan dan kesulitan di masa lalu dan sekarang kau hidup penuh nikmat dan kebahagiaan. Kini kau tidak perlu lagi memikirkan untuk mencari makan dan kesulitan dalam hidup ini.”

Sang raja menjawab, “Wahai kawan, aku justru merindukan hari-hari ketika aku menjadi pengemis dulu, karena ketika itu aku hanya memikirkan bagaimana untuk makan, tapi sekarang, semua kegelisahan dunia ada pada pundakku. Sekarang aku menyadari bahwa merasa berkecukupan adalah karunia terbaik yang diberikan Allah SWT kepada manusia, akan tetapi banyak manusia yang tidak mensyukurinya termasuk diriku.

No comments

Jumat, 24 Juni 2016

10 Pedoman Hidup dari Sunan Kalijaga; Jangan Sok Pandai Agar Tak Salah Arah


Siapa yang tak kenal Sunan Kalijaga? Selain sebagai ulama, satu dari sembilan Wali Songo ini terkenal sebagai ilmuwan, pujangga, seniman, serta pejuang dan tidak mengenal lelah. Beliau selalu berpikir jauh ke depan, kritis, tegas, namun tetap bijaksana.
 
Sunan Kalijaga memiliki nama asli Raden Said, putera Adipati Tuban, Tumenggung Wilakita. Dikutip dari laman sunankalijaga.com, Sunan Kalijaga adalah murid Sunan Ampel, Sunan Bonang, dan Sunan Gunung Jati.

Dengan kepribadian, keberanian, dan kebijaksanaan yang Ia miliki, akhirnya masyarakat khususnya di tanah Jawa secara perlahan memeluk agama Islam dengan penuh kesadaran, bukan karena dipaksa melalui jalan kekerasan.

Berikut 10 pedoman hidup dari Sunan Kalijaga, seperti dilansir media-islam:

1. Urip Iku Urup
(Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik)

2. Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dur Hangkoro
(Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).

3. Suro Diro Joyo Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti
(segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dgn sikap bijak, lembut hati dan sabar)

4. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpa Bondho
(Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan; Kaya tanpa didasari kebendaan)

5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
(Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu)

6. Ojo Gumunan, Ojo Getunan, ojo Kagetan, ojo Aleman
(Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja)

7. Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman
(Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi)

8. Ojo Kuminter Mundak Keblinger, ojo Cidra Mundak Cilaka
(Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka)

9. Ojo Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo
(Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat)

10. Ojo Adigang, Adigung, Adiguno
(Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti)



No comments

Kamis, 23 Juni 2016

FILOSOFI LAGU RAKYAT "GUNDOL-GUNDOL PACUL"



Inspirasi dari lagu. ya, lagu memang banyak menyimpan makna karena pada dasarnya lagu di ciptakan dari isi hati seseorang yang di pelajari selama hidupnya. Salah satu lagu lama yang dulu waktu saya masih kecil lumayan populer namun tidak mengerti maksud dari lagu itu sebab lagu ini di nyanyikan dengan penuh kegembiraan sehingga lupa makna yang terkandung di dalamnya.

Tembang Jawa yang mungkin hampir semua orang jawa pernah menyanyikannya...ya, lagu Gundul gundul pacul


"Gundul gundul pacul cul, gemblelengan......"

Tembang Jawa ini konon diciptakan tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya pada saat masih remaja dan mempunyai arti filosofis yg dalam dan sangat mulia. Gundul adalah kepala plonthos  tanpa rambut.

Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang. Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. Jadi gundul adalah kehormatan tanpa mahkota, karena gundul artinya kepala yang dicukur rambutnya sampai habis (botak) sehingga tak ada lagi mahkota yang terpakai di kepala.

Pacul adalah cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Jadi pacul adalah lambang kawula rendah, rakyat biasa atau rakyat jelata yang biasanya identik dengan petani.

Gundul pacul artinya adalah bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyat yang di pimpinnya. Tugas seorang pemimpin bukan hanya bertahta saja namun juga harus berfikir dan bekerja untuk kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya untuk mencapai kesejahteraan orang banyak.
    
   
Orang Jawa mengatakan "pacul" adalah "papat kang ucul (4 yg lepas)".
Kemuliaan seseorang tergantung 4 hal, yaitu bagamana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.
1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat/masyarakat/orang banyak.
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata adil.

Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.

​GUNDOL-GUNDOL PACUL CUL
Artinya jika orang yg kepalanya sudah kehilangan 4 indera itu mengakibatkan
GEMBELENGAN
Artinya besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.
NYUNGGI-NYUNGGI WAKUL KUL
Artinya menjunjung amanah rakyat/orang banyak) dg GEMBELENGAN (= sombong hati), akhirnya
WAKUL NGGLIMPANG
Artinya amanah jatuh gak bisa dipertahankan.
SEGANE DADI SAK LATAR
Artinya berantakan sia-sia dna tidak bermanfaat bagi kesejahteraan orang banyak.


Ternyata maknanya dalem !!



No comments

Rabu, 07 Agustus 2013

RAMADHAN ADALAH BULAN LATIHAN


Ketika ramadhan hendak pergi, tentu kita merasa sedih karena bulan penuh berkah dan bonus akan segera berakhir. Perasaan itu tentu ada pada diri kita, tapi tenang saja bulan ramadhan kita anggap sebagai semangat awal untuk menjemput ramadhan selanjutnya..InsyAllah kita berdo’a untuk dipertemukan kembali. Jika pada ramadhan tahun ini belum maksimal dalam beribadah mendekatkan diri kita kepada Sang Raja kita Allah SWT, maka kita akan persiapkan mulai sekarang. Kita tetapkan posisi semangat kita setidaknya sama seperti ramadhan pada bulan-bulan selanjutnya. Sehingga pada bulan ramadhan tahun depan kita siap dan lebih maksimal targetan kita.
Anggap saja bulan ramadhan adalah bulan latihan. Kenapa?
Ada yang mengatakan bahwa pada saat bulan ramadhan syaitan, iblis dan konco-konconya akan di ikat dan tidak mengganggu manusia yang sedang puasa. Terus ada yang nanya, kenapa masih ada pencuri, perampok, pembunuh, pezina dan perbuatan-perbuatan melanggar lain yang masih saja dilakukan pada saat bulan ramadhan, padahal tidak ada yang menggoda kita?
Jawabannya adalah karena latihan menjadi terlatih. Pada bulan selain ramadhan syaitan melatih kita siang dan malam untuk berbuat dan membiasakan untuk lalai dan berbuat hal-hal yang dilarang Allah. Nah kalau sudah dilatih dan menjadi terlatih lama-lama menjadi fasih deh. Kebiasaan-kebiasaan dari latihan inilah yang membuat kita terus berbuat lalai kepada Allah sedikit demi sedikit dan kecil-kecilan sampai kita tidak tersadar. Dan jika sudah terlatih syaitan tidak perlu menggoda kita lagi bahkan tidak perlu memantau lagi. Itulah kenapa pada saat bulan ramadhan masih saja ada yang melakukan perbuatan syaitan.
Latihan bola kaki bisa menjadikan kita mahir bermain bola kaki, berlatih renang akan membuat kita mahir dalam berenang, berlatih menjadi ahli ibadah akan menbuat kita menjadi abid, dan berlatih begitupun juga berlatih untuk beribadah pada bulan ramadhan, maka harapannya juga akan menjadi manusia dengan amalan ramadhan pada bulan-bulan selanjutnya.
Jadi, ketika kita menganggap ramadhan adalah bulan latihan, maka 11 bulan selanjutnya kita akan mencoba menerapkan perilaku selayaknya bulan ramadhan. Kalau semua orang menerapkan metode dan semangat ramadhan pada bulan selain ramadhan, maka syaitan-syaitan akan pada pusing tu menggoda kita. Tapi yang menjadi pertanyaanya adalah seberapa fasihkah efek dari latihan yang kita buat pada bulan ramadhan yang hanya sebulan dengan latihan yang syaitan buat selama 11 bulan? Jawabannya hanya bisa kita pikirkan dan rasakan pada diri kita masing-masing. Karena saat kita ingin menerapkan semangat ramadhan itu tentu kita bisa mengukur kekuatan kita sendiri untuk menggempur godaan syaitan setiap harinya.
Latihan yang kita lakukan pada saat bulan ramadhan jika benar-benar kita lakukan dengan sungguh-sungguh pada saat ramadhan apalagi saat 10 hari terakhir bulan ramadhan akan memberi efek positif pada kita di bulan selanjutnya. Syaratnya adalah menstandarkan diri sendiri atas kemampuan ibadah-ibadah kita sehari-hari. Jika tidak bisa meningkat dari bulan ramadhan usahakan tetap terjaga amalan-amalan ramadhan kita. Sehingga memperkecil bahkan menghilangkan ruang syaitan untuk menggoda kita dari amalan-amalan kita.
Semoga kita termasuk manusia-manusia yang terlatih dari bulan ramadhan dan menjadikan diri kita hambaNya yang taat seperti saat kita berada pada bulan ramadhan yang tingkat ketaatannya melebihi bulan lain. Semoga ibadah ramadhan kita terjaga pada bulan-bulan selanjutnya sehingga predikat menjadi seorang yang muttaqien (bertaqwa) benar-benar kita raih pada bulan ramadhan ini dan bulan selanjutnya.
Akhirnya, semoga sedikit tulisan menjelang akhir ramadhan ini bisa memberi efek bagi diri saya sendiri dan jika ada hikmah dari tulisan ini silahkan diambil dan jika ada dosa mohon maaf dan ampun pada Allah SWT atas kelalaian dalam menulis dan merangkai kata-kata. Semoga Allah meridhoi segala urusan kita untuk mencapai derajat taqwa dimataNya.
Wallahu’alam bissawab,

28 Ramadhan 1434 Hijriyah
Ali Ariswanto


No comments

PESAN BULAN RAMADHAN UNTUK KITA



“Allahumma inna nas aluka ridhoka wal jannah, wa na’uzubika min syakhotika wannaar”
         “Allahumma innaka affuwhun kariem, tuhibbul afwa fa’fu anna,,ya kariem…”

Ramadhan tinggal sehari, ada yang sedih dan tak sedikit yang senang (bahagia). Sedih karena merasa amal ibadah selama ramadhan ini masih sangat sedikit dan belum tentu Allah akan mempertemukan kembali pada Ramadhan selanjutnya. Sedangkan yang gembira adalah karena merasa telah mencapai hari kemenangan (Idul fitri) dengan membawa banyak amalan-amalan yang telah di lakukan pada ramadhan ini. Tidak hanya itu, mungkin sebagian bereuforia karena mengartikan kemenangan sebagai arti yang kurang tepat. Kemenangan diartikan sebagai kebebasan, ya bebas, bebas dari puasa (makan & minum), bebas berbuat hal-hal yang dilarang pada saat ramadhan, dan yang paling disenangi dan dibangga-banggakan umumnya masyarakat indonesia atau bahkan masyarakat muslim di dunia biasanya bebas membeli ini dan itu (pakaian lebaran, kue lebaran, rumah & isinya untuk lebaran, kendaraan lebaran, dll). Lebaran diartikan sebagai bebas dari belenggu untuk berfoya-foya. Tidak ada salahnya sih membeli ini dan itu, mempersiapkan ini dan itu, karena itu mungkin bagian dari ibadah untuk menyenangkan tamu ketika lebaran esok, tapi jangan sampai berlebihan dan melupakan pesan ramadhan, mulai dari amalan sampai kebiasaan.
Allah tentu tidak menyukai hambaNya yang berprilaku boros dan lalai. Pesan ini disampaikan bulan ramadhan kepada seluruh umat manusia. Bulan Ramadhan mengajarkan kita untuk menSTOP segala tindakan boros dan lalai. Pada pembahasan kali ini akan coba kita analisis pesan ramadhan untuk kita yang sebentar lagi akan meninggalkan kita. Tentu sedih kan? Tapi jika kita mengerti akan pesan ramadhan ke ramadhan berikutnya kita akan terus tersenyum menghadapi bulan-bulan selanjutnya. Ramadhan mengajarkan kita untuk tidak boros dan lalai.
Firman Allah SWT :
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا
            Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al-Isro’: 27)
Kenapa tidak boleh boros?
Pertanyaan ini tentu bisa difahami secara umum bahwa sifat boros itu tidak baik. Pada bulan ramadhan kita di ajak untuk MENGURANGI bukan melarang segala macam makanan yang masuk dalam tubuh kita, salah satu tujuan secara fisik adalah untuk kesehatan. Semua orang juga sedah tahu bahwa secara medis puasa akan dapat membuat tubuh sehat, buktinya ketika seseorang hendak operasi biasanya di minta untuk berpuasa beberapa jam sebelum dilakukan pembedahan (operasi).
Firman Allah SWT :
وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
            “Dan makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-‘Arof: 31)
Perut adalah sarang segala penyakit, dengan berpuasa kita akan menyeimbangkan pola makan kita dengan kemampuan metabolisme tubuh sehingga metabolisme tubuh dapat kembali normal. Pada bulan selain ramadhan pada umumnya kita banyak mengkonsumsi makanan yang berlebihan. Segala macam makanan biasanya masuk ke perut tanpa aturan dan takaran sehingga mengakibatkan lambung overload dan metabolisme terganggu. Mulai dari sinilah awal mulanya segala penyakit. Termasuk penyakit pusing kepala diakhir bulan karena mendadak terserang Kanker (kantong kering) disebabkan banyak pengeluaran hanya untuk makanan.
Dari segi makanan saja kita hitung deh berapa banyak konsumsi masyarakat Indonesia tiap harinya. Kalau biasanya dan umumnya kita makan 3 (tiga) kali sehari pada saat ramadhan menjadi 2 (dua) kali sehari atau bahkan masih sama saja (buka makan, habis taraweh makan, sahur makan). Yaa anggap aja iya deh. Tapi coba kalkulasikan konsumsi nasi (beras) pada hari biasanya dg pada bulan ramadhan.
Asumsi konsumsi beras (makanan pokok) masyarakat Indonesia perorang adalah 0,3 Kg/hari (102 Kg perkapita) dan jumlah penduduk sebanyak 200 juta jiwa. Maka konsumsi beras nasional mencapai 60,000 ton/hari.. Woow… Baanyak banget ya. Dan ternyata konsumsi masyarakat Indonesia kata pemerintah melebihi atau bahkan hampir dua kali lipat dari jumlah konsumsi rata-rata beras dunia yaitu 60 Kg/kapita.
Bulan ramadhan memberi berkah dan memberi solusi pangan bagi pemerintah. Dengan puasa secara langsung akan menurunkan angka konsumsi beras nasional yang berlebih, yang biasanya 0,3 kg perkapita coba turunkan aja menjadi 0,2 kg/kapita (anggapan makan dua kali @0,1 kg,,,udah banyak tu) maka bisa menghemat 29 kg/perkapita dari 102 kg menjadi 73 kg/kapita. Kalau saja kondisi konsumsi pada saat ramadhan ini dipertahankan sampai bulan-bulan selanjutnya tentu kondisi pangan nasional akan berbeda. Kita kalikan aja penghematannya dengan jumlah penduduk, maka akan menghemat 5,8 juta ton. Angka ini akan bisa menghidupi 29 juta masyarakat miskin di Negara lain seperti Kongo, Bangladeh, Palestina, Meksiko, Burundi, Liberia, Serbia, Eritria dan Negara miskin di Asia dan Afrika. Subhanallah. Asumsi penghematan ini sudah termasuk rakyat miskin di Indonesia  sendiri. Jika ini diterapkan Indonesia akan swasembada beras sepanjang tahun. Dan perut kita tidak akan dipegang terus oleh bangsa lain deh….
Hikmah ramadhan baru saja diambil dari butiran beras yang kita konsumsi, belum menghitung yang lain. Intinya selain ramadhan bisa memberi pertolongan yang adil bagi seluruh umat manusia sebagai efek/hikmah dari bulan penuh berkah yakni ramadhan tapi juga memberi pelajaran kepada kita untuk tidak boros. Pergunakan apa yag kita miliki dengan seperlunya, dengan kecukupan bukan berlebih-lebihan. Hal ini tentunya bisa memberi efek pula pada 11 bulan selanjutnya sehingga kita bisa menjadi manusia yang sehat baik secara fisik maupun financial (keuangan) karena banyak tabungan yang seharusnya kita gunakan untuk berboros-boros ria tapi bisa kita gunakan untuk masa depan atau membantu orang lain yang kurang mampu.
Boros adalah sifat yang dekat dengan syaitan. Bukan hanya dekat bahkan dalam hadits menyebutkan bahwa sifat boros ini adalah saudara syaitan. Dan syaitan itu selalu ingkar kepada Tuhannya, jika sudah ingkar sudah tentu akan mempegaruhi manusia untuk ingkar juga, karena itu adalah misinya syaitan. Sifat boros ini akan mengantarkan kita pada sifat ingkar syaitan dengan iming-iming kesenangan sesaat. Naah, pada saat kita kesenangan dengan iming-iming tadi kita akan sering lalai pada Allah, mulai dari perintahNya sampai pada laranganNya.
Jadi, ramadhan bisa dikatakan sebagai bulan latihan untuk kita yang mungkin belum terbiasa dengan kebiasaan-kebiasaan dan sifat-sifat yang di contohkan rasulallah dan bahkan di perintahkan Allah SWT seperti perintah zakat, sedekah dan tidak boros. Udah ada ayatnya tu tadi diatas. Secara makna umum saja sudah faham kan?
Ramadhan kali ini kita jadikan sebagai awal dari kebiasaan-kebiasaan baik untuk tidak boros dan menjaga diri dari kelalaian kita kepada Allah. Kita tetapkan posisi semangat kita seperti pada saat awal ramadhan atau ketika 10 hari terakhir ramadhan. Kita kencangkan ikat pinggang kita, menjaga ibadah-ibadah kita mulai dari ibadah wajib dan sunnah, tilawahnya di gencarkan, yang biasanya ketika ramadhan 2 juz/hari di kencangkan lagi menjadi 5 juz/hari pada bulan-bulan selanjutnya. Ketika bulan ramadhan Allah memberi banyakbonus pahala kita sangat gencar mengejarnya, tentu pada bulan yang tanpa bonus kita akan lebih gencar lagi melebihi bulan ramadhan ketika kita ingin menyamakan pahala atas amalan kita setara dengan bulan ramadhan. Seharusnya semangat itu yang harus kita miliki. Semangat melebihi ramadhan.
Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang selalu menjaga diri kita dari sifat boros dan lalai. Sehingga kita menjadi hambaNya yang di cintai dan diberi pertolongan di saat kesusahan menimpa kita. Semoga bermanfaat dan memberi hikmah dari sedikit tulisan ini.
Wallahu’alam bissawab,

28 Ramadhan 1434 Hijriyah

Ali Ariswanto
No comments

Sabtu, 23 Februari 2013

Mengapa Al-Qur'an harus diBACA dan diHAFAL??


Pertanyaan ini mungkin jarang terlintas dalam benak kita masing-masing.

Wallahu a'lam...

Mungkin karena kita juga tidak pernah ingin memikirkannya atau karena kurang mengerti fungsi al-Qur'an dalam hidup kita sebagai pedoman hidup. Atau kita sibuk dengan agenda hidup kita masing-masing, sehingga tidak lagi menghiraukan kebutuhan iman kita terhadap al-Qur'an ini...!

Ok...Bagaimanapun yang penting, terlebih dahulu mari kita simak sabda Rasulullah saw berikut:

"Orang yang mahir membaca al-Qur'an akan bersama para duta-duta Allah swt (para malaikat) yang mulia lagi berbakti. Dan orang yang membacanya, tapi dengan terbata-bata (belum lancar) dan ia merasa berat ketika membacanya, maka baginya dua pahala."(al-hadits)

Rasulullah saw sebagai nabi kita, sekaligus suri teladan kita dalam menjalankan Islam ini, sudah mencontohkan bagaimana sebaiknya setiap muslim berinteraksi dengan al-Qur'an sebagai sumber hidayah (way of life). Memang, kalau kita baca siroh Rasulullah dan para sahabatnya, di sana akan disebutkan bahwa referensi yang pertama kali dijadikan acuan dalam bergerak bersama Islam adalah interaksi yang total dengan ayat-ayat-Nya.

Sehari saja para sahabat tidak membaca al-Qur'an dan merenunginya, maka jiwa mereka akan kering-kerontang, hati mereka keras menghadapi persoalan hidup, perasaan mereka kurang sensitif dalam menyikapi berbagai persoalan hidup dan seterusnya.

Sejarah sudah banyak menyebutkan bahwa bacaan tilawah al-Qur'an mereka benar-benar menjadi wirid harian. Wirid dalam arti bacaan rutin yang mereka luangkan dalam sehari dan sudah menjadi bagian dari kehidupan ruhiyyah mereka dalam bertaqorrub kepada ilahi. mereka berlomba-lomba menjadikannya sebagai wirid harian.

Maka tidak heran jika ada di antara mereka yang mengkhatamkannya dalam seminggu, dalam 2 pekan, 3 pekan sampai sebulan lamanya..Nah di sinilah makna dan kandungan al-Qur'an yang mereka baca menjadi sumber kekuatan yang sangat dahsyat dan dinamis bagi kehidupan mereka.

Kita tahu, bagaimana sikap mereka tatkala sehari saja tidak membuka lembaran al-Qur'an, melihat rangkaian indah kalimat-Nya dan meresapi maknanya, maka seakan suasana hati mereka sepi dan sunyi dengan kehadiran Allah dalam perjuangan hidup mereka menegakkan Islam..

Jika saat ini, bacaan kita masih belepotan dan tidak karuan hukum tajwidnya, maka itu masih dihargai dengan pahala dua kali oleh Rasulullah saw.
Pertama; pahala niat dan keinginan kita untuk mau belajar.
Kedua; pahala kesulitan yang kita alami saat mempelajarinya. 

Subhanalloh, ajaran Islam begitu memanjakan kita, umatnya dengan pahala yang sedemikian mudah diperoleh. Tentu ini sesuai dengan kepahaman kita tentang Islam itu sendiri. Sebab antara keislaman dan bacaan al-Qur'an kita memang tidak terpisahkan. Bahkan saling memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya.

Lah, bagaimana, jika kita termasuk mereka yang pandai, mahir dan ahli dalam membaca dan bisa memahami isinya? 
"mereka akan ditempatkan bersama para malaikat-malaikat Allah yang mulia lagi berbakti."

Wow...luar biasa..Itulah derajat yang tertinggi bagi umat Islam yang memiliki keunggulan ini.

Karena kebaikan yang dilakukan setiap muslim tingkatannya berbeda-beda, maka sangat logis Rasulullah membanggakan umatnya dengan pahala al-Qur'an ini. Jadi, jangan lagi ragu dan malu untuk memulai dari sekarang.

Kita tidak tahu, dengan amalan apakah Allah akan memperkokoh iman dan Islam kita? Dengan langkah kebaikan yang manakah Allah akan memperteguh jati diri kita menegakkan Islam?!

So, sangat wajar segala sesuatunya harus dimulai dari sini, dari belajar al-Qur'an. Dan tidak ada yang menghalangi niat dan tujuan baik kita untuk memulai selain hati yang keras dan motivasi yang lemah..

"Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat umat ini dengan al-Qur'an dan merendahkan derajat yang lain juga dengan al-Qur'an."(Hadits Rasulullah)

"Sesungguhnya al-Qur'an ini menunjuki ke arah jalan yang lebih lurus dan memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman yang beramal sholeh bahwa bagi mereka pahala yang besar."(QS al-Isra: 9)

Semoga Allah selalu memudahkan langkah untuk istiqomah dekat dengan al-Qur'an dan mempelajarinya..Amiin




No comments

Sabtu, 10 November 2012

SYUKUR


 
Bukan sekedar bersyukur karena bahagia
Tapi bahagia karena selalu bisa bersyukur 

Syukur akan mengikat karunia menjadi ternikmati,

Kufur nikmat membuat karunia hilang nikmatnya

Syukur akan menarik karunia yang belum ada,

Kufur nikmat akan melepaskan karunia yang telah ada

Hidup penuh rasa syukur adalah hidup penuh kebahagiaan,
Kita menderita bukan karena kurang karunia, tapi kurang rasa syukur atas karunia

Syukur adalah keyakinan di hati bahwa hanya Allah pemilik, 

Pembagi setiap karunia.. Selain-Nya hanya jalan saja

Syukur adalah lisan yang selalu memuji-Nya dalam segala keadaan
Syukur adalah berterimakasih kepada siapapun yang dipilih menjadi jalan karunia Pemberian-Nya

Syukur adalah menggunakan nikmat yang ada untuk semakin mendekat dan mengabdi pada-Nya
Syukur adalah menampakan karunia-Nya agar orang semakin tahu Keluasan karunia dan kemurahan-Nya

Allohumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatika

"Ya Allah. bantulah aku untuk bisa berdzikir dan bersyukur serta bisa beribadah dengan baik kepada-Mu"

-Ust. Yusuf Mansyur-
No comments

Selasa, 06 November 2012

HIDUP INI SINGKAT!


Jika hari ini adalah hari terakhir Anda di dunia, BAGAIMANA Anda ingin dikenang?
Jika hari ini adalah hari terakhir Anda di dunia, APA kata-kata terakhir yang ingin Anda dengar, dari orang-orang yang mencintai Anda?
Jika hari ini adalah hari terakhir Anda di dunia, APAKAH Anda sudah memberikan yang TERBAIK?
Jika Hari ini adalah hari terakhir Anda di dunia, APA yang Anda tinggalkan?
Apakah Anda layak sukses?
Apakah Anda sudah berusaha yang terbaik?
Apakah Anda membuat orang lain bangga ?
Apakah Anda meninggal seperti seorang PEJUANG? …atau PECUNDANG?
Berapa jam sehari Anda mengabdikan waktu Anda untuk bertumbuh?
Berapa jam sehari waktu terbuang percuma?
Semoga masih ada hari esok!
Hidup itu pilihan! Mana yang Anda pilih?
Hidup itu singkat, jadi ……
No comments

Kamis, 27 September 2012

Kuasa dan Cinta


Tirani selalu bermula dari sana: saat seseorang atau sekelompok orang atau sebuah rezim kehilangan respek dan penghargaan kepada orang lain atau kelompok lain atau rezim lain. ketika respek dan penghargaan hilang, persepsi kita beralih ke dalam, kedalamnya diri, sang Aku. Lalu kita mulai memandang dari perspektif sang Aku wilayah luar orang atau kelompok lain sebagai sesuatu yang terpisah dan asing, tidak berarti, tidak layak ada atau bahkan mengancam.

Saat itu hanya satu lagi yang ditunggu oleh tirani untuk muncul jadi kenyataan: kekuasaan yang melegitimasi. Itu sebabnya tirani selalu terkait dengan kekuasaan, sekecil apapun sekalanya. Misalnya tirani dalam rumah tangga, atau sekolah, atau organisasi, atau perusahaan, atau negara. kekuasaan adalah otoritas netral yang bisa digunakan untuk meligitimasi apa saja. Godaannya justru terletak disitu: pada netralitasnya. Maka begitu respek dan penghargaan lenyap dan berganti dengan kebencian, kekuasaan segera membei jalan mulus bagi tirani.

Begitulah pada mulanya Firaun merasakan sang Aku jadi Tuhan. Ketika respek dan penghargaannya hilang kepada kerumunan besar manusia bernama rakyat, ia mulai "meremehkan" mereka. Setelah itu ia memobilisasi mereka lalu mendeklarasikan ketuhanannya. Dan serial tirani berbesar dalam sejarah manusia pun dimulai.

Tirani. Momok dalam sejarah manusia ini selalu berkoalisi dengan kekuasaan. Tapi momok ini tetap bisa dilawan. Dan kekuatan yang bisa melawannya hanya cinta. Cinta adalah kutub jiwa yang berlawanan dengan tirani: ia lahir dari respek dan penghargaan kepada manusia. Begitu kekuasaan mendapatkan sentuhan cinta, wajahnya segera berubah: gurat-gurat kekejaman segera berganti jadi garis-garis kerentaan dari seorang penguasa yang lelah melayani rakyatnya.

Jika cinta adalah tindakan memberi, maka dari sanalah datangnya semua kebajikan dalam diri seorang penguasa: mendengar, melayani, memberi, melindungi, adil dan menyejahterakan. jadi hanya dalam genggaman cinta kekuasaan beruabah jadi alat untuk melindungi, melayani dan menyejahterakan. Di sana sang Aku bukan lagi kuda liar yang setiap saat bisa melompat dari kandang dengan energi kekuasaan. Sang Aku dalam genggaman cinta adalah mata air kebijakan yang pada suatu saat bertemu dengan hujan deras kekuasaan, maka jadilah banjir: kebijakan melimpah ruah dalam muara masyarakat manusia.

Dari tradisi kepemimpinan Amerika Serikat kita bertemu dengan ungkapan ini: "Jangan bertanya apa yang diberikan negara kepadamu, tapi bertanyalah apa yang kamu berikan untuk negaramu?" Tapi dari tradisi nubuwah kita mewarisi sabda yang diriwayatkan Muslim ini: "Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka mendoakan kalian. Seburuk-buruk pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan mereka membenci kalian, yang kalian laknat dan mereka melaknat kalian".

Sumber : ~ [Serial CintaAnis Matta] ~
No comments

Indahnya Memberi



Cinta itu indah. Kerena ia bekerja dalam ruang kehidupan yang luas. Dan inti pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih dan berbahagia karenanya.

Para pencinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka: memberi. Terus menerus memberi. Dan selamanya begitu. Menerima? Mungkin atau bisa jadi pasti! Tapi itu efek. Hanya efek. Efek dari apa yang mereka berikan. Seperti cermin kebajikan yang memantulkan kebajikan yang sama. Sebab, adalah hakikat di alam selalu mengajak saudara-saudara kebajikan yang lain untuk dilakukan juga.

Itu juga yang membedakan para pencinta sejati dengan para pencinta palsu. Kalau kamu mencintai seseorang dengan tulus, ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu adalah apa yang kamu beikan padanya untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Maka kamu adalah air. Maka kamu adalah matahari. Ia tumbuh dan berkembang dari siraman airmu. Ia besar dan berbuah dari sinar cahayamu.

Para pencinta sejati tidak suka berjanji. Tapi begitu mereka memutuskan mencintai seseorang, mereka segera membuat rencana memberi. Setelah itu mereka bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana-rencana mereka. Setiap satu rencana memberi terealisasi, setiap itu satu bibit cinta muncul bersemi dalam hati orang yang dicintai. Janji menerbitkan harapan. Tapi pemberian melahirkan kepercayaan.

Bukan hanya itu. Rencana memberi yang terus terealisasi menciptakan ketergantungan. Seperti pohon tergantung dari siraman air dan cahaya matahari. Itu ketergantungan produktif. Ketergantungan yang menghidupkan. Di garis hakikat ini, cinta adalah cerita tentang seni menghidupkan hidup. Karena itu kehidupan yang mereka bangun seringkali tidak disadari oleh orang-orang yang menikmatinya. Tapi begitu sang pemberi pergi mereka segera merasakan kahilangan yang menyayat hati. Tiba-tiba ada ruang besar yang kosong tak berpenghuni. Tiba-tiba ada kehidupan yang hilang tak penghuni. Tiba-tiba ada kehidupan yang hilang.

Barangkali suatu saat kamu tergoda untuk menguji dirimu sendiri. Apakah kamu seorang pencinta sejati atau pencinta palsu. Caranya sederhana. Simak dulu pesan Umar bin Khatab ini: hanya ada satu dari dua perasaan yang mungkin dirasakan oleh setiap orang pada saat pasangan hidupnya wafat: merasa bebas dari beban hidup atau merasa kehilangan tempat bergantung.

Sekarang bertanyalah pada pasangan hidup Anda tanpa dia ketahui: jika aku mati sekarang, apakah kamu akan merasa bebas dari sebuah beban atau akan merasa kehilangan tempat bergantung? Kalau dia merasakan kehilangan, maka di langit hatinya akan ada mendung pekat yang mungkin menurunkan hujan air mata yang amat deras. jika tidak, mungkin senyumnya merekah sambil berharap bahwa kepergianmu akan memberinya kesempatan baru untuk membangun kehidupan yang lebih baik.


Sumber : ~ [Serial cintaAnis Matta] ~
No comments